PERPERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK (SD) BELAJAR KETIKA RUMAH DI ERA PANDEMI COVID-19 DI KAMPUNG SAWAH
PERPERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK (SD) BELAJAR KETIKA RUMAH DI ERA PANDEMI COVID-19 DI KAMPUNG SAWAH
IAIN SHYEK NURJATI CIREBON
KELOMPOK 06 KKN-DR 2021 di KAMPUNG SAWAH
ABSTRAK
Adanya kegiatan online atau belajar dari rumah menimbulkan kekhawatiran orang tua karena pada dasarnya orang tua harus mendampingi anaknya ketika belajar di rumah, meskipun banyak orang tua yang bentrok antara bekerja dan mengajar anaknya di rumah. Dengan demikian tujuan penelitian untuk mengetahui peran dan kesulitan yang dihadapi orang tua dalam pendidikan anak sekolah dasar (SD) di era pandemi covid-19. Penelitian dilakukan dengan mencari analisis data melalui wawancara dengan orang tua untuk mengetahui peran mereka dalam mendampingi anak sekolah dasar. belajar.
PENDAHULUAN
Sejak adanya Covid-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020, pemerintah telah menerapkan aturan dan belajar dari rumah bagi anak sekolah, pelajar, dan pekerja yang diwajibkan bekerja di rumah. Bagi dunia pendidikan di Indonesia, kondisi ini merupakan hal yang tidak terduga bagi para guru, orang tua dan anak-anak. Mereka tiba-tiba harus mencari cara agar proses pembelajaran tetap berjalan.
Pengalihan pembelajaran yang awalnya dilakukan di sekolah menjadi di rumah memberikan reaksi yang sangat berbeda dari setiap orang tua, guru dan anak. Reaksi ini merupakan bagian dari proses transisi adaptasi yang dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi setempat. Dalam keadaan seperti ini, peran pemerintah untuk mendukung orang tua, guru dan anak dalam belajar di rumah menjadi sangat penting. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melakukan pembelajaran jarak jauh (Online).
Situasi saat ini menuntut keterlibatan maksimal orang tua dan komunikasi yang lebih intens dengan guru dalam melaporkan perkembangan anaknya. Orang tua akan lebih aktif bekerja sama dengan guru saat mendampingi anak di rumah. Bisa dikatakan situasi pandemi Covid-19 telah mengembalikan sifat harta kekayaan dalam keluarga.
Hatimah (2016:13) mengatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi sekolah (guru) dan keluarga (orang tua). Peran orang tua menjadi sangat penting ketika anak mulai bersekolah di rumah. Karena orang tua atau keluarga pada dasarnya adalah tempat pendidikan pertama bagi anak. Orang tua bertugas membantu anak dalam mempersiapkan media yang digunakan anak, mendampingi proses belajar dan masih banyak lagi perang orang tua yang dapat memaksimalkan proses belajar online di rumah.
METODE
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe studi kasus. Studi kasus merupakan bagian dari salah satu jenis penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan eksplorasi mendalam terhadap peristiwa, proses, kegiatan, terhadap satu orang atau lebih (Sugiyono, 2016). Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
HASIL DAN DISKUSI
Konsep Dasar Peran orang tua dalam mendampingi anak
Peran orang tua dalam membantu keberhasilan anak selama belajar di rumah sangatlah penting. WHO (2020) telah merilis berbagai pedoman bagi orang tua dalam mendampingi anaknya di masa pandemi ini, yang meliputi tips parenting agar lebih positif dan konstruktif dalam mendampingi anak selama beraktivitas di rumah.
Murniwan Umar mengungkapkan tentang peran orang tua dalam pendidikan anak antara lain sebagai pengasuh dan pendidik, pembimbing, motivator, dan fasilitator (Umar2015). Mengingat pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak, banyak penelitian yang membuktikan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam mendidik anak.lingkup pendidikan anak. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Valeza dimana penelitian ini menunjukkan bahwa perang orang tua dalam menentukan prestasi siswa sangat besar. Pendidikan yang hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah belum tentu menjamin keberhasilan anak dalam belajar. Di sisi lain, orang tua yang selalu memperhatikan anaknya terutama memperhatikan kegiatan belajarnya di rumah, akan membuat anak lebih aktif dan semangat dalam belajar karena tahu bukan hanya dirinya sendiri yang ingin maju, melainkan orang tuanya. juga memiliki keinginan yang kuat. sama. Sehingga hasil belajar atau prestasi belajar yang dicapai siswa menjadi lebih baik (Cahyati & Kusumah.2020).
Belajar Dari Rumah (BDR) sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Pada Masa Darurat Penyebaran Covid-19, dan Surat Edaran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pembelajaran Online dan Work From Home dalam rangka pencegahan penyebaran (Covid-19). Kebijakan ini memaksa guru dan siswa untuk tetap bekerja dan belajar dari rumah (kemdikbud.go.id, 2020)
Menurut Murtiningsih (2013), komunikasi orang tua-anak itu penting. Karena akan mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Melalui komunikasi, orang tua akan dapat mengetahui keinginan anak dan orang tua dapat menyampaikan apa yang diinginkan atau harapan dan dukungannya terhadap anak.
Peran orang tua dalam pembelajaran online
Orang tua memiliki peran yang sangat vital dalam proses pelaksanaan pembelajaran online. Hal ini bukan tanpa alasan, telah banyak diberitakan melalui berbagai media dan hasil penelitian yang menunjukkan berbagai peristiwa negatif dari proses pembelajaran online yang melibatkan orang tua. Kebanyakan orang tua belum siap menghadapi pembelajaran online sehingga dapat memicu kekerasan terhadap anak (Lase, Ndraha, & Harefa, 2020). Beberapa orang tua juga mengalami kendala terkait masalah waktu, dimana mereka tidak dapat meluangkan waktu untuk ikut mendampingi anak dalam proses pembelajaran online (Winarti, 2020).
Melihat pentingnya peran orang tua dalam pembelajaran online untuk itu kerjasama antar sekolah khususnya guru dalam mendidik orang tua untuk ikut berani belajar. Peran pihak lain dalam berani belajar di kawasan Beting Sawah adalah dengan memfasilitasi kegiatan anak dan orang tua serta memfasilitasi sarana prasarana yang digunakan untuk berlangsungnya pembelajaran.
Ibu Sabila mengungkapkan “Sebagai orang tua, Anda harus bertanggung jawab untuk memfasilitasi fasilitas belajar, misalnya dengan membeli kuota setiap minggu dan membeli ponsel baru karena penyimpanan di ponsel Anda sudah lama penuh dan sulit digunakan”
Ibu Azizah juga orang tua yang temuan dasarnya mengatakan bahwa: “Kadang-kadang kalau ada pelajaran olah raga dan harus jalan-jalan tapi jalanan selalu ramai dan sempit sehingga susah digunakan, harus bawa anak Azizah ke lapangan/taman agar lebih mudah mengerjakan tugas sekalipun. walaupun jaraknya cukup jauh namun hal ini tidak mematahkan semangat ibu agar anak-anak lebih mengerti tentang pelajaran itu".
Dari pengamatan beberapa orang tua, mereka memfasilitasi anak dalam berani belajar, mulai dari membeli handphone, membeli kuota dan mengantar anak ke taman serta mendokumentasikan setiap kegiatan yang dilakukan demi anak memahami pelajaran
Peran orang tua sangat penting dalam keberanian belajar, Ibu Hikam mengatakan: “Memotivasi anak paling penting karena mereka mendapat dukungan dari proses pembelajaran online, apalagi saya biasanya memberikan hadiah, misalnya memberikan kebaikan agar anak senang dan mudah untuk belajar. mengerjakan tugas".
Banyak tantangan ketika kamu berani mengambil tempat karena berbenturan dengan jam kerja orang tuamu. Ibu Adit mengungkapkan: “Saya bekerja dan menitipkan Adit kepada saudaranya agar proses keberanian terus berlanjut, saya bekerja tetapi tidak meninggalkan kewajiban saya sebagai orang tua, setelah pulang kerja saya sering bertanya kepada anak-anak saya tentang tugasnya".
Pengamatan yang dilaksanakan secara langsung dengan menggunakan protokol kesehatan bahwa pemberian motivasi dan sarana prasarana penting atau penting untuk kegiatan proses pembelajaran yang dilakukan oleh anak sekolah dasar.
KESIMPULAN
Peran orang tua dalam membantu keberhasilan anak selama belajar di rumah sangatlah penting. Apalagi orang tua tidak hanya mendampingi tetapi menjadi pendidik dan fasilitator. komunikasi orang tua-anak itu penting. Karena akan mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Melalui komunikasi, orang tua akan dapat mengetahui keinginan anak dan orang tua dapat menyampaikan apa yang diinginkan atau harapan dan dukungannya terhadap anak. Mengingar artinya perannya dalam penelitian orang tua dalam mendidik anak hanya membuktikan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam pendidikan anak.
SARAN
Peran orang tua saat keberanian berlangsung:
Pemberian hadiah dan motivasi agar anak semangat belajar sehingga bisa mendapatkan nilai yang diinginkan anak dan orang tua
Orang tua tidak boleh lepas dari tanggung jawab untuk mendidik anak karena pada dasarnya orang tua adalah pendidik bagi anak di rumah
DAFTAR PUSTAKA
Cahyati, N., & Kusumah, R. (2020). Peran Orang Tua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di Rumah Saat Pandemi Covid 19. Jurnal Golden Age.
Lase, D., Ndraha, A., & Harefa, G. G. (2020). Persepsi Orangtua Siswa Sekolah Dasar di Kota Gunungsitoli Terhadap Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).
Winarti, A. (2020). IMPLEMENTASI PARENTING PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI COVID-19. In JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat.
AN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK (SD) BELAJAR KETIKA RUMAH DI ERA PANDEMI COVID-19 DI KAMPUNG SAWAH
IAIN SHYEK NURJATI CIREBON
KELOMPOK 06 KKN-DR 2021 di KAMPUNG SAWAH
ABSTRAK
Adanya kegiatan online atau belajar dari rumah menimbulkan kekhawatiran orang tua karena pada dasarnya orang tua harus mendampingi anaknya ketika belajar di rumah, meskipun banyak orang tua yang bentrok antara bekerja dan mengajar anaknya di rumah. Dengan demikian tujuan penelitian untuk mengetahui peran dan kesulitan yang dihadapi orang tua dalam pendidikan anak sekolah dasar (SD) di era pandemi covid-19. Penelitian dilakukan dengan mencari analisis data melalui wawancara dengan orang tua untuk mengetahui peran mereka dalam mendampingi anak sekolah dasar. belajar.
PENDAHULUAN
Sejak adanya Covid-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020, pemerintah telah menerapkan aturan dan belajar dari rumah bagi anak sekolah, pelajar, dan pekerja yang diwajibkan bekerja di rumah. Bagi dunia pendidikan di Indonesia, kondisi ini merupakan hal yang tidak terduga bagi para guru, orang tua dan anak-anak. Mereka tiba-tiba harus mencari cara agar proses pembelajaran tetap berjalan.
Pengalihan pembelajaran yang awalnya dilakukan di sekolah menjadi di rumah memberikan reaksi yang sangat berbeda dari setiap orang tua, guru dan anak. Reaksi ini merupakan bagian dari proses transisi adaptasi yang dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi setempat. Dalam keadaan seperti ini, peran pemerintah untuk mendukung orang tua, guru dan anak dalam belajar di rumah menjadi sangat penting. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melakukan pembelajaran jarak jauh (Online).
Situasi saat ini menuntut keterlibatan maksimal orang tua dan komunikasi yang lebih intens dengan guru dalam melaporkan perkembangan anaknya. Orang tua akan lebih aktif bekerja sama dengan guru saat mendampingi anak di rumah. Bisa dikatakan situasi pandemi Covid-19 telah mengembalikan sifat harta kekayaan dalam keluarga.
Hatimah (2016:13) mengatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi sekolah (guru) dan keluarga (orang tua). Peran orang tua menjadi sangat penting ketika anak mulai bersekolah di rumah. Karena orang tua atau keluarga pada dasarnya adalah tempat pendidikan pertama bagi anak. Orang tua bertugas membantu anak dalam mempersiapkan media yang digunakan anak, mendampingi proses belajar dan masih banyak lagi perang orang tua yang dapat memaksimalkan proses belajar online di rumah.
METODE
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe studi kasus. Studi kasus merupakan bagian dari salah satu jenis penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan eksplorasi mendalam terhadap peristiwa, proses, kegiatan, terhadap satu orang atau lebih (Sugiyono, 2016). Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
HASIL DAN DISKUSI
Konsep Dasar Peran orang tua dalam mendampingi anak
Peran orang tua dalam membantu keberhasilan anak selama belajar di rumah sangatlah penting. WHO (2020) telah merilis berbagai pedoman bagi orang tua dalam mendampingi anaknya di masa pandemi ini, yang meliputi tips parenting agar lebih positif dan konstruktif dalam mendampingi anak selama beraktivitas di rumah.
Murniwan Umar mengungkapkan tentang peran orang tua dalam pendidikan anak antara lain sebagai pengasuh dan pendidik, pembimbing, motivator, dan fasilitator (Umar2015). Mengingat pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak, banyak penelitian yang membuktikan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam mendidik anak.lingkup pendidikan anak. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Valeza dimana penelitian ini menunjukkan bahwa perang orang tua dalam menentukan prestasi siswa sangat besar. Pendidikan yang hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah belum tentu menjamin keberhasilan anak dalam belajar. Di sisi lain, orang tua yang selalu memperhatikan anaknya terutama memperhatikan kegiatan belajarnya di rumah, akan membuat anak lebih aktif dan semangat dalam belajar karena tahu bukan hanya dirinya sendiri yang ingin maju, melainkan orang tuanya. juga memiliki keinginan yang kuat. sama. Sehingga hasil belajar atau prestasi belajar yang dicapai siswa menjadi lebih baik (Cahyati & Kusumah.2020).
Belajar Dari Rumah (BDR) sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Pada Masa Darurat Penyebaran Covid-19, dan Surat Edaran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pembelajaran Online dan Work From Home dalam rangka pencegahan penyebaran (Covid-19). Kebijakan ini memaksa guru dan siswa untuk tetap bekerja dan belajar dari rumah (kemdikbud.go.id, 2020)
Menurut Murtiningsih (2013), komunikasi orang tua-anak itu penting. Karena akan mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Melalui komunikasi, orang tua akan dapat mengetahui keinginan anak dan orang tua dapat menyampaikan apa yang diinginkan atau harapan dan dukungannya terhadap anak.
Peran orang tua dalam pembelajaran online
Orang tua memiliki peran yang sangat vital dalam proses pelaksanaan pembelajaran online. Hal ini bukan tanpa alasan, telah banyak diberitakan melalui berbagai media dan hasil penelitian yang menunjukkan berbagai peristiwa negatif dari proses pembelajaran online yang melibatkan orang tua. Kebanyakan orang tua belum siap menghadapi pembelajaran online sehingga dapat memicu kekerasan terhadap anak (Lase, Ndraha, & Harefa, 2020). Beberapa orang tua juga mengalami kendala terkait masalah waktu, dimana mereka tidak dapat meluangkan waktu untuk ikut mendampingi anak dalam proses pembelajaran online (Winarti, 2020).
Melihat pentingnya peran orang tua dalam pembelajaran online untuk itu kerjasama antar sekolah khususnya guru dalam mendidik orang tua untuk ikut berani belajar. Peran pihak lain dalam berani belajar di kawasan Beting Sawah adalah dengan memfasilitasi kegiatan anak dan orang tua serta memfasilitasi sarana prasarana yang digunakan untuk berlangsungnya pembelajaran.
Ibu Sabila mengungkapkan “Sebagai orang tua, Anda harus bertanggung jawab untuk memfasilitasi fasilitas belajar, misalnya dengan membeli kuota setiap minggu dan membeli ponsel baru karena penyimpanan di ponsel Anda sudah lama penuh dan sulit digunakan”
Ibu Azizah juga orang tua yang temuan dasarnya mengatakan bahwa: “Kadang-kadang kalau ada pelajaran olah raga dan harus jalan-jalan tapi jalanan selalu ramai dan sempit sehingga susah digunakan, harus bawa anak Azizah ke lapangan/taman agar lebih mudah mengerjakan tugas sekalipun. walaupun jaraknya cukup jauh namun hal ini tidak mematahkan semangat ibu agar anak-anak lebih mengerti tentang pelajaran itu".
Dari pengamatan beberapa orang tua, mereka memfasilitasi anak dalam berani belajar, mulai dari membeli handphone, membeli kuota dan mengantar anak ke taman serta mendokumentasikan setiap kegiatan yang dilakukan demi anak memahami pelajaran
Peran orang tua sangat penting dalam keberanian belajar, Ibu Hikam mengatakan: “Memotivasi anak paling penting karena mereka mendapat dukungan dari proses pembelajaran online, apalagi saya biasanya memberikan hadiah, misalnya memberikan kebaikan agar anak senang dan mudah untuk belajar. mengerjakan tugas".
Banyak tantangan ketika kamu berani mengambil tempat karena berbenturan dengan jam kerja orang tuamu. Ibu Adit mengungkapkan: “Saya bekerja dan menitipkan Adit kepada saudaranya agar proses keberanian terus berlanjut, saya bekerja tetapi tidak meninggalkan kewajiban saya sebagai orang tua, setelah pulang kerja saya sering bertanya kepada anak-anak saya tentang tugasnya".
Pengamatan yang dilaksanakan secara langsung dengan menggunakan protokol kesehatan bahwa pemberian motivasi dan sarana prasarana penting atau penting untuk kegiatan proses pembelajaran yang dilakukan oleh anak sekolah dasar.
KESIMPULAN
Peran orang tua dalam membantu keberhasilan anak selama belajar di rumah sangatlah penting. Apalagi orang tua tidak hanya mendampingi tetapi menjadi pendidik dan fasilitator. komunikasi orang tua-anak itu penting. Karena akan mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Melalui komunikasi, orang tua akan dapat mengetahui keinginan anak dan orang tua dapat menyampaikan apa yang diinginkan atau harapan dan dukungannya terhadap anak. Mengingar artinya perannya dalam penelitian orang tua dalam mendidik anak hanya membuktikan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam pendidikan anak.
SARAN
Peran orang tua saat keberanian berlangsung:
Pemberian hadiah dan motivasi agar anak semangat belajar sehingga bisa mendapatkan nilai yang diinginkan anak dan orang tua
Orang tua tidak boleh lepas dari tanggung jawab untuk mendidik anak karena pada dasarnya orang tua adalah pendidik bagi anak di rumah
DAFTAR PUSTAKA
Cahyati, N., & Kusumah, R. (2020). Peran Orang Tua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di Rumah Saat Pandemi Covid 19. Jurnal Golden Age.
Lase, D., Ndraha, A., & Harefa, G. G. (2020). Persepsi Orangtua Siswa Sekolah Dasar di Kota Gunungsitoli Terhadap Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).
Winarti, A. (2020). IMPLEMENTASI PARENTING PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI COVID-19. In JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat.
Komentar
Posting Komentar