Makalah Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Hewan

MAKALAH BIOLOGI
PERTUMBAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas PBK


Dosen pengampu :

Ipin Arifin


disusun oleh :
Sucizah Nur Rohmah
 1808106050

KEMENTERIAN AGAMA RI 
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
JURUSAN TADRIS BIOLOGI
2021



KATA PENGANTAR

Assalamua'laikum Wr.Wb. Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT, karena hanya dengan rahmat dan petunjukknya kami dapat menyelesaikan tugas kami yaitu tentang “ Pertumbuhan dan perkembangan Hewan ”. Kami berusaha menyajikan makalah ini dengan sederhana dan jelas, supaya mudah di pahami oleh para pembaca. Kami menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangannya. Jika ada salah kesalahan dan kekurangan dalam menyampaikan hasil makalah ini, kami minta maaf. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih dan semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua, amin.

Cirebon, 27 November 2021



Penyusun

BAB 1
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Tumbuh dan berkembang merupakan salah satu ciri dari mahluk hidup. Setiap yang bernyawa akan mengalami hal itu. Mahluk hidup akan tumbuh dewasa bila pertumbuhan dan perkembangannya dapat berjalan dengan selaras dan seimbang baik secara fisik maupun mentalnya.

B.       Tujuan
Tujuan di buatnya makalah ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pada hewan, faktor apa saja yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup dan bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.

C.      Rumusan Masalah
       1.    Apa pengertian pertumbuhan dan perkembangan?
      2.  Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pada hewan?

BAB 2 
PEMBAHASAN
      A. Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan 

1. Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah proses pertambahan jumlah, bentuk, ukuran, serta fungsi sel akibat adanya pembelahan sel. Pertumbuhan bersifat kuantitatif dan dapat diukur dengan suatu alat ukur tertentu. Selain itu, dapat dilihat secara fisik, dan bersifat tidak dapat kembali lagi atau ireversibel.

Contohnya, pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan menggunakan auksanometer atau busur tumbuhan pada tanaman. 

2. Perkembangan 

Perkembangan adalah proses menuju suatu kedewasaan atau kematangan pada sel. Perkembangan bersifat kualitatif dan tidak dapat diukur dengan suatu alat. Perkembangan terlihat dari berfungsinya alat-alat reproduksi pada makhluk hidup.

Contohnya, manusia dan hewan dengan mulai berfungsinya alat reproduksi. Dan, menghasilkan sel gamet jantan atau sperma dan sel gamet betina atau ovum.

B. Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Hewan

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia dapat dibedakan menjadi dua fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.

1.  Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik

Pertumbuhan dan perkembangan embrionik adalah fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina. Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage). Zigot selanjutnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui tahap-tahap yaitu pembelahan, gastrulasi, dan organogenesis. 

a.  Pembelahan (cleavage) dan Blastulasi

1)   Pembelahan

Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, dan seterusnya. Pembelahan sel tersebut berlangsung cepat dan akan menghasilkan sel-sel anak yang tetap terkumpul menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut morula. Dalam pertumbuhan selanjutnya, morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga. Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi. 

Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat. Morula memiliki dua kutub, yaitu:

·           Kutub hewan (animal pole),

·        Kutub tumbuhan (vegetal pole), yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.

4)  Blastulasi

Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula. Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan. Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan dan membentuk rongga (blastosol), dan didalam blastosol tersebut terdapat cairan sel.

b.        Gasrtulasi

Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya.diantaranya yaitu:

1)        Triploblastik

Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata.

Triploblastik di bedakan menjadi 3 jenis, yaitu :

·      Triploblastik aselomata : tak memiliki rongga tubuh

·      Triploblastik pseudoselomata : memiliki rongga tubuh yang semu

·      Triploblastik selomata: memiliki rongga tubuh yang sesungguhnya, yaitu basil pelipatan mesoderm

2)        Diploblastik

Diploblatik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata. Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.

Gastrulasi. Dalam perkembangan selanjutnya, blastula akan menjadi gastrula. Proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi. Pada bentuk gastrula ini, embrio telah terbentuk menjadi tiga lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm). Jadi gastrulasi merupakan proses pembentukan tiga lapisan embrionik. Dalam perkembangan selanjutnya lapisan embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ tubuh.

c. Organogenesis

Organogenesis merupakan proses pembentukan alat-alat tubuh atau organ seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan sebagainya. Proses ortganogenesis ini  memiliki tiga bagian, yaitu:

1) Ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indera.

2) Mesoderm akan mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan ovarium), alat peredaran darah. Dan alat ekskresi.

3)  Endoderm akan mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar yang berhubungan dengan pencernaan, dan alat-alat pernapasan.

Organogenesis merupakan proses yang sangat kompleks.

Pada mammalia, embrionya memiliki selaput embrio, yaitu amnion, korion, sakus vitelinus, dan alantois. Selaput embrio berfungsi melindungi embrio terhadap kekeringan, goncangan, membantu pernapasan, ekskresi, serta fungsi penting lainnya selama berada di dalam rahim induknya.

2.  Pertumbuhan dan Perkembangan Pasca Embrionik

Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan setelah masa embrio. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi terutama penyempurnaan alat-alat reproduksi (alat-alat kelamin), dan biasanya pula hanya terjadi peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh saja. 

Pada golongan hewan tertentu sebelum tumbuh menjadi hewan dewasa, membentuk tahap larva terlebih dahulu. Pada golongan hewan tersebut pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik merupakan tahap pembentukan larva sebelum tumbuh dan berkembang menjadi hewan dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik yang melalui tahap larva ini dikenal dengan metamorfosis.

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis adalah serangga dan katak.

a.         Metamorfosis

Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh yang dialami oleh hewan dari tahap larva hingga mencapai bentuk dewasa.

1)  Metamorfosis pada Serangga

Pada beberapa serangga seperti kupu-kupu, lalat, nyamuk, lebah, dan kumbang, bentuk larva dan dewasa sering hampir tidak ada kemiripan.

Sedangkan pada beberapa serangga lainnya seperti belalang, lipas (kecoa), dan jangkrik, bentuk larva (nimfa) mirip bentuk dewasa. Pada proses metamorfosis terjadi proses fisik, yaitu pergantian kulit yang disebut molting. Serangga biasanya mengalami empat kali molting. Pada proses ini terjadi pembentukan kulit baru dan membentuk alat-alat tubuh yang diperlukan menjelang dewasa. Pada bentuk dewasa (imago) telah terjadi perkembangan organ reproduksi sehingga sudah mampu untuk bereproduksi.

Berdasarkan kemiripan bentuk larva dan dewasa, metamorfosis pada serangga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

·      Metamorfosis Sempurna (Holometabola)

Pada metamorfosis sempurna, serangga dalam daur hidupnya mengalami perubahan-perubahan yang mencolok pada bentuk luar dan organ tubuh dari berbagai stadiumnya. Metamorfosis sempurna perubahannya adalah sebagai berikut :

Telur larva pupa (kepompong) imago (dewasa).

Telur menetas menjadi larva. Larva umumnya mengalami molting empat kali sehingga terbentuk larva stadium satu hingga larva stadium empat. Contoh serangga yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain : kupu-kupu, lalat, nyamuk, lebah dan kumbang.

·           Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetabola)

Metamorfosis Tidak Sempurna (hemimetabola). Pada metamorfosis tidak sempurna, serangga mengalami perubahan bentuk dari telur hingga dewasa yang tidak mencolok dalam daur hidupnya.  

·           Tidak mengalami Metamorfosis (Ametabola)

Tidak semua hewan dapat melakukan metamorfosis. Contohnya sapi, kijang, dll.

2) Metamorfosis Katak

Pada awalnya, katak betina dewasa akan bertelur, kemudian telur tersebut akan menetas setelah 10 hari. Setelah menetas, telur katak tersebut menetas menjadi Berudu. Setelah berumur 2 hari, Berudu mempunyai insang luar yang berbulu untuk bernapas. Setelah berumur 3 minggu insang berudu akan tertutup oleh kulit. Menjelang umur 8 minggu, kaki belakang berudu akan terbentuk kemudian membesar ketika kaki depan mulai muncul. Umur 12 minggu, kaki depannya mulai berbentuk, ekornya menjadi pendek serta bernapas dengan paru-paru. Setelah pertumbuhan anggota badannya sempurna, katak tersebut akan berubah menjadi katak dewasa.

b.  Regenerasi

Regenerasi adalah kemampuann memperbaiki sel, jaringan, atau bagian tubuh yang rusak, hilang, atau mati. Regenasi pada hewan ada dua macam yaitu:

. Regenerasi untuk memperbaiki bagiak tubuh yang rusak. Contohnya pada ekor cecak

·  Regenerasi untuk membentuk individu yang baru. Contohnya pada cacing pipih.

3.   Metagenesis Pada Hewan

Metagenesis pada hewan pada dasarnya sama dengan metagenesis pada tumbuhan. Hewan mengalami pergiliran generasi, yaitu fase generatif (seksual) dan fase vegetatif (aseksual) secara bergantian. Hewan yang mengalami metagenesis misalnya golongan Cnidaria. Contoh hewannya yaitu Hydra dan Ubur-ubur. Perhatikan Gambar di bawah ini. Ubur-ubur memiliki dua fase dalam daur hidupnya, yaitu medusa dan polip. Medusa merupakan fase seksual (generatif) dan polip merupakan fase aseksual 

BAB 3

PENUTUP

Kesimpulan

Perkembangan makhluk hidup itu tak lebas dari Pertumbuhan sedangkan pertumbuhan itu sendiri adalah suatu proses pertambahan ukuran, baik volume, bobot, dan jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke asal). Sedangkan, perkembangan adalah perubahan atau diferensiasi sel menuju keadaan yang lebih dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang sangat penting bagi makhluk hidup. Pertumbuhan pada hewan sering disebut juga perkembangan, yaitu perkembangan dari zigot sampai dewasa. 


Daftar Pustaka

http://pendidikanbiologiunirowtuban.blogspot.com/2013/12/makalah-pertumbuhan-dan-

perkembangan.html Pada 03 Oktober 2014, pukul 11:23

http://irpanespanas.blogspot.com/2013/03/makalah-pertumbuhan-dan-perkembangan.html?showComment=1412403313305#c7479134004523560443 Pada 03 Oktober 2014, pukul 11:58

http://hayudewi03.blogspot.com/2013/01/proses-pertumbuhan-pada-tumbuhan.html Pada 03 Oktober 2014

http://unitedscience.wordpress.com/ipa-2/bab-1-pertumbuhan-dan-perkembangan/ Pada 03 Oktober 2014, pukul 12:33

http://desintapgsd.blogspot.com/2013/01/pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan.html Pada 04 Oktober 2014, pukul 08:22

http://muhammadfurqon-kakang.blogspot.com/2013/10/pertumbuhan-primer-dan-sekunder.html Pada 04 Oktober 2014, pukul 08:471

Karlina, M., Iriansyah, H. S., & Widyaningsih, O. (2019, December) Perbedaan Hasil Belajar IPA Siswa Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Sumarmin, R. (2016). Perkembangan Hewan. Kencana.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Mind Map dengan Menggunakan aplikasi miMind